Powered By Blogger

Selasa, 11 Maret 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA 
  • Penalaran 
  • Proposisi
  • Implikasi 
  • Inferensi
Dosen : Lenny Okviani


PENALARAN

   Menurut Gorys Keraf, penalaran adalah suatu proses berpikir yang menghubungkan fakta – fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan yang logis. Penalaran tidak hanya dapat dilakukan dengan memakai fakta – fakta yang polos, tetapi penalaran juga dapat menggunakan fakta – fakta yang berbentuk pendapat atau kesimpulan. Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk mepunyai penalaran yang sangat peka terhadap setiap mata kuliah maupun keadaan yang terjadi disekitarnya.
Sedangkan dalam buku Cermat Berbahasa Indonesia karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Secara umum penalaran dapat diartikan sebagai proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Proses Penalaran dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
1. Proposisi
2. Implikasi
3. Inferensi

PROPOSISI
   Proposisi dalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Dan proposisi memiliki pembilang (quantifier) yang mengacu kepada kuantitas subjek .
  • Unsur unsur Proposisi adalah: 

- Subjek
- Predikat
- Kopula ( kata yang menghubungkan seubjek dan predikat )
Contoh : “Semua manusia adalah fana”
semua = pembilang(quantifier)
manusia = subjek
adalah = kopula
fana = predikat

  • Jenis jenis Proposisi:

Proposisi dapat dibagi ke dalam 4 aspek, yaitu:

1. Berdasarkan bentuk
a) Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat.
Contoh:
- Semua orang hari ini bersedih.
b) Proposisi majemuk atau jamak adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contoh:
- Rumah susun ini ada yang disewakan dan dijual.

2. Berdasarkan sifat
a) Proposisi kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak membutuhkan / memerlukan syarat apapun.
Contoh:
- Setiap mahasiswa memiliki KTM sebagai identitasnya.
b) Proposisi kondisional adalah proposisi yang membutuhkan syarat tertentu di dalam hubungan subjek dan predikatnya. Proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu: proposisi kondisional hipotesis dan disjungtif.
Contoh proposisi kondisional hipotesis:
- Jika bayu tidak telat, maka dia tidak akan dihukum.
Contoh proposisi kondisional disjungtif (mempunyai 2 pilihan alternatif):
- Raffi Ahmad adalah seorang presenter atau penyanyi.

3. Berdasarkan Kualitas
a) Proposisi positif merupakan proposisi yang memiliki persesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contoh:
- Harimau adalah hewan buas.
b) Proposisi negatif merupakan kebalikan dari proposisi positif, dimana tidak ada terdapat kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contoh:
- Semua aves bukanlah omnivora.

4. Berdasarkan Kuantitas
a) Proposisi umum atau universal adalah proposisi yang pada umumnya diawali dengan kata semua atau seluruh.
Contoh:
- Semua mahasiswa harus mempunyai KRS (kartu rencana studi).
b) Proposisi khusus atau spesifik adalah proposisi yang pada uumnya diawali dengan kata sebagian dan beberapa.
Contoh:
- Sebagian mahasiswa lulus dengan tepat waktu.

IMPLIKASI
IMPLIKASI
Implikasi adalah sesuatu yang dianggap ada kareena sudah dirangkum dalam fakta
Contohnya :
implikasinya dapat dituliskan p→q, yang dalam bahasa Indonesia kira-kira berbunyi seperti ini: Jika p, maka q. Cara penulisan implikasi dalam bahasa Indonesia tidak hanya seperti itu, melainkan ada beberapa cara lainnya:
jika p, q
p mengakibatkan q
q jika p
p hanya jika q
p syarat cukup untuk q
q syarat perlu untuk p
q bilamana p
Contoh kalimatnya :
Jika dia botak, maka dia berdiri.
Ketika contoh tersebut dituliskan dengan cara kelima dan keenam, maka akan menjadi seperti ini:
Botak adalah syarat cukup untuk berdiri.
Berdiri adalah syarat perlu untuk botak


INFERENSI

Definisi inferensi(kesimpulan) yaitu roses yang harus dilakukan pembaca (pendengar) untuk melalui makna harfiah tentang apa yang ditulis (diucapkan) samapai pada yang diinginkan oleh saorang penulis (pembicara).

Jenis jenis Inferensi : 
1. Inferensi Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
Contoh:
Pohon yang di tanam pak Budi setahun lalu hidup.
dari premis tersebut dapat kita lansung menari kesimpulan (inferensi) bahwa: pohon yang ditanam pak budi setahun yang lalu tidak mati.
2. Inferensi Tidak Langsung
Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.

Contoh:
A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan.
B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa.
Inferensi yang menjembatani kedua ujaran tersebut misalnya (C) berikut ini.
C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit.

Daftar Pustaka: